Sejarah Maenpo Cikalong (5)

March 23, 2008 § Leave a comment

Berguru Ke Bang Kari

Setelah dianggap sudah mewarisi seluruh ilmu Bang Madi, Rd. H. Ibrahim atas saran dari Rd. Ateng Alimudin dan Bang Madi pergi untuk menemui dan berguru ke Bang Kari. Bang Kari adalah sahabat dekat Bang Madi, dan mereka berdua memiliki kemampuan yang dianggap setara. Kalau dianggap memiliki kemampuan yang setara, lalu kenapa Rd. H. Ibrahim disarankan untuk berguru ke Bang Kari?

Hal ini dikarenakan karena Bang Kari dan Bang Madi memiliki “gaya” maenpo yang berbeda. Kalau Bang Madi yang terkenal dengan Maenpo Ulin Tapel (Tempelan) dan Maenpo Ulin Tangtung, maka Bang Kari terkenal dengan Maenpo Peupeuhan. Baik Bang Madi maupun Rd. Ateng Alimudin sepakat, dengan berguru ke Bang Kari akan menajamkan “rasa” Rd. H. Ibrahim.

Bang Kari saat itu tinggal di Kampung Benteng Tangerang. (Sejak abad XIV Kampung Benteng sudah dikenal sebagai “China Town”, lalu apakah Bang Kari mewarisi suatu aliran Kung Fu? Tak ada keterangan tentang itu. Hanya yang pasti beliau memang tinggal di Kampung Benteng, dan pertukaran ilmu sangat mungkin terjadi). Sedikit soal Kampung Benteng, jauh sebelum komunitas Cina tinggal di sana, Kampung Benteng memiliki sejarah yang panjang sebagai tempat persinggahan pasukan-pasukan dari Pajajaran, lalu selanjutnya Kesultanan Banten dan Kesultanan Mataram dalam usaha mereka menundukan Batavia yang dikuasai VOC. Pasukan dari ketiga kerajaan itu, sesuai zaman nya masing-masing menempati daerah-daerah sekitar Jakarta, yang salah satu nya dikenal menjadi Kampung Benteng. Masyarakat Cina sendiri diduga mulai menempati daerah itu sekitar abad 14. Baik itu berupa pasukan-pasukan yang dikirim Kaisar sebagai utusan ke Jawa maupun pedagang-pedagang.

Jadi tidak heran kalau Kampung Benteng memilki kekhasan budaya, baik itu budaya musik (contoh Gambang Kromong) maupun ilmu beladiri. Ada satu hal yang menarik, orang-orang Cina di Kampung Benteng dalam masa abad 18 terkenal dengan jago-jago beladirinya, dan karena mereka juga sangat bersahaja dan sederhana, ada yang menyebut mereka “macan-macan dari udik” (Ingat “Macan Turun dari Udik”, suatu ungkapan yang dikeluarkan oleh Bang Madi ketika memasang kuda-kuda diawal pertemuan mereka).

——————————-

Disadur dari tulisan Kang Mpay, yang pernah menuliskan-nya di forum kaskus.us

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Sejarah Maenpo Cikalong (5) at eureka....!!!.

meta

%d bloggers like this: